Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Wednesday, April 25, 2018

Kordinasi Kader Lingkungan

Kamis, 26 April 2018 di Aula Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan -Kota Surabaya dilaksanakan kegiatan kordinasi kader lingkungan yang berada di Kelurahan Gundih.
Kegiatan yg dihadiri Lurah, LPMK, Faskel lingkungan Kelurahan, Kecamatan, Ketua RW dan Karling RW.
Dari sambutan Lurah Gundih Puput Pujiastuti bahwa kampung Gundih adalah kampung lingkungan yang tidak lepas dari kader lingkungan sebagai fasilitator dan juga diharapkan ada pertemuan rutin yang diadakan sebulan sekali.
Untuk menghadapi lomba MDS 2018 diharapkan dapat diikuti perwakilan semua RW dari 10 RW.
Susunan acara pertemuan :
1. Pembukaan
2. Sambutan Lurah Gundih
3. Sambutan LPMK
4. Sambutan FasKelLing
5. Sambutan FasCamLing
6. Tanya jawab
7. Penutup
Dalam inti pertemuan ini adalah kordinasi lomba MDS 2018 Kota Surabaya yang disosialisasikan Faskel Kecamatan Bpk. Rasmadi pada acara itu juga.













Print Friendly and PDF

Tuesday, April 24, 2018

Pertemuan RSDK

Pertemuan Yang Menentukan prioritas penerima RSDK 2018 yang diadakan oleh UPKM Gundih yg dihadiri Dinsos, Lurah, LPMK, Babinsa, Bimaspol, KetuaRW dan Tokoh Masyarakat di Aula Kelurahan Gundih





Print Friendly and PDF

Wednesday, April 18, 2018

Peringatan Hari Kartini

Add caption
TP-PKK Kelurahan Gundih ikut menyemarakkan kegiatan Hari Kartini dan Bakti Sosial.Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Gundih yang dihadiri Lurah, Ketua LPMK, Kader PKK Kelurahan dan kader PKK dari masing-masing RW.
Acara di kemas semeriah mungkin dan tidak lupa menyanyikan lagu Ibu Kartini, tidak hanya itu diadakan fasion show baju kebaya.
Acara di tutup dengan bakti sosial diperuntukkan untuk lansia tidak mampu.





Print Friendly and PDF

Monday, April 9, 2018

Surabaya Bus

Warga Surabaya dan sekitar, mulai hari Sabtu (7/4/2018), sudah dapat memanfaatkan layanan Suroboyo Bus hanya bermodalkan sampah plastik. Apakah itu benar!

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, berkata bahwa saat peluncuran Suroboyo Bus di depan Gedung Siola, Surabaya, Jawa Timur, mengatakan penumpang yang akan naik kendaraan ini tidak perlu membayar.

“Tapi cukup membawa 3 botol plastik ukuran besar atau 5 botol plastik ukuran tanggung, 10 gelas air mineral, kantong kresek, serta berbagai kemasan plastik,” Sabtu (7/4/2018).

Penumpang dapat menukarkan sampah plastik itu di Bank Sampah yang telah ditunjuk. Ada drop box juga di setiap halte atau di Terminal Purabaya (Bungurasih), yang telah kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. Sampah yang telah ditukar akan diberi kartu setor sampah, untuk selanjutnya diberikan tiket naik Suroboyo Bus.

“Dengan sampah plastik, penumpang dapat keliling Surabaya selama dua jam,” ujar Risma.

Sampah-sampah yang terkumpul nantinya akan diolah oleh Bank Sampah, menjadi sesuatu yang bernilai bagi lingkungan. Ada tiga bank yang sudah kerja sama yaitu Bank Sampah Induk Surabaya, Bank Sampah Bintang Mangrove, dan Bank Sampah Pitoe.

“Ini komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk menanggulangi sampah plastik, yang tidak dapat hancur ratusan tahun,” terang Risma.

Hadi, warga Surabaya, mengaku senang dengan adanya transportasi massal berbayar sampah plastik ini. Warga dimudahkan dan hemat secara ekonomi. “Bagi kami yang setiap hari pulang pergi Sidoarjo-Surabaya, sangat terbantu karena tidak keluar biaya,” ujarnya.

Suroboyo Bus memiliki rute dari Terminal Purabaya di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, melintasi jalur utama Kota Surabaya, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Terminal Joyoboyo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, Jalan Blauran, Jalan Bubutan, Pasar Turi, Jalan Indrapura, dan Jalan Rajawali. Sedangkan rute sebaliknya melewati Jembatan Merah, Jalan Pahlawan, Jalan Tunjungan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raya Darmo, Jalan Wonokromo, Jalan Ahmad Yani dan kembali ke Terminal Purabaya.

Print Friendly and PDF

Sunday, February 4, 2018

Kecamatan Bubutan Kampaye Peduli Anak

Kecamatan Bubutan Kampaye Peduli Anak

Surabaya – Pemerintah Kota melalui sekretaris daerah Kota Surabaya mengintruksikan kepada seluruh kecamatan untuk menggelar aksi simpatik serentak ”Kampaye Peduli Anak” di setiap wilayah kecamatan se-kota surabaya bersama muspika kelurahan, Kader PKK dan siswa-siswi dan pelajar serta warga kota surabaya.

“Hari ini mari kita sebagai warga surabaya harus bisa peduli terhadap nasib anak-anak, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban kekerasan,” Teriak salah satu orator kecamatan Bubutan surabaya.

“Mari kita luangkan waktu sebanyak mungkin untuk anak dimanapun berada dan ciptakan lingkungan yang sehat dan bersih bagi anak-anak,” Ujar Eko Kurniawan Purnomo Camat Bubutan Surabaya

Kecamatan Bubutan Surabaya mengatakan, Aksi simpatik Kampaye Peduli Anak secara serentak se kota surabaya bertujuan untuk mengingatkan pada warga kota surabaya bahwa anak adalah masa depan kita yang harus diperhatikan bersama-sama dan anak juga merupakan generasi bangsa indonesia.

Salah satunya kecamatan Bubutan bersama muspika kelurahan, siswa-siswi dan pelajar diwilayahnya berpartisipasi dalam aksi simpatik Kampaye Peduli Anak di kawasan depan monumen tugu pahlawan mereka berorasi secara bergantian dan membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan ,”Penuhi Hak-Hak Kami Sebagai Anak” – ”Jangan Ada Kekerasan Pada Anak”


Menanggapi maraknya kekerasan terhadap anak, Eko mengingatkan, Bahwa anak adalah harta atau salah satu warisan bagi kita (Orang Tua) disaat menjelang di masa tua hingga tiada, karena doa anak yang soleh akan selalu mengalir kepada orang tuanya dan anak-anak juga merupakan kebanggaan bagi orang tua.

“Ketika anak-anak kita berhasil meraih masa depan, orang tua akan merasa bangga dan tidak meminta apapun dari anak, iklas untuk anak,” Imbaunya.

Di lokasi aksi Kampaye Peduli Anak, Salah satu kader PKK Kecamatan Bubutan Surabaya mengatakan, Kita sebagai orang tua harus bisa lebih peduli perhatian dalam memberikan kasih sayang terhadap anak-anak, karena anak merupakan kebanggaan bagi orang tua apapun kondisinya.

“Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban kejahatan maupun kekerasan, mari kita bersama-sama menjaga anak dengan baik dan benar di lingkungan kita.

Dari pantuan, Aksi simpatik dilakukan oleh Kecamatan Bubutan Surabaya bersama Muspika Kelurahan,TNI (Danramil), Siswa-Siswi/Pelajar, Kader PKK, Duta Wisata Kota Surabaya dan tokoh masyarakat sebagai bentuk ikut berpartisipasi mensosialisasikan kampaye peduli anak merupakan salah satu progam pemerintah kota surabaya.(TH)
Print Friendly and PDF

Monday, November 27, 2017

Kelurahan Gundih Siap Bersaing Di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Kelurahan Gundih Siap Bersaing Di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

KIM Surabaya -  Sebanyak 34 UKM dari kelurahan Gundih  Kecamatan Bubutan Surabaya menggelar produk unggulan mereka dalam Bazar  UKM  Surabaya, Senin (27/11/2017).

Kegiatan tersebut, di gelar oleh Kelurahan Gundih yang bekerja sama dengan LPMK Kelurahan Gundih  sebagai pelaksana kegiatan, yang diketuai oleh Koen Harijanto. Kegiatan ini pun cukup ramai dengan dihadiri oleh sekitar 500 orang dari warga sekitar lokasi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut , Camat Bubutan , Babinsa Bubutan, Babinkamtibmas Bubutan,koramil Bubutan, Lurah Gundih, Ketua LPMK Kelurahan Gundih Ketua RW dan RT se-Kelurahan Gundih.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Koen harijanto menyampaikan bahwa warga Gundih siap untuk menyukseskan kegiatan pahlawan ekonomi dengan menggerakkan segala upaya dan UMKM yang ada dalam menggerakkan roda ekonomi dari bawah.

Dalam roadshow ini, seluruh warga kelurahan Gundih  dikerahkan untuk membeli produk UKM. Motto yang mereka angkat adalah Pertumbuh dan berkembang-nya UMKM di surabaya.

Sementara perwakilan dari Pemerintah Kota, Sugeng menyampaikan beberapa hal, antara lain bahwa kegiatan pahlawan ekonomi dilaksanakan sejak ibu Walikota menjabat dengan maksud untuk menggerakkan ekonomi dari warga dengan mendorong berwirausaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga.

Bagi anak muda yang ingin mengembangkan kemampuannya di bidang IT (Informasi dan Teknologi) ibu Walikota menyediakan sarana tempat belajar yaitu di Gedung Siola Surabaya.

Tagline itu diangkat agar tumbuh semangat sinergi dan kerjasama antar warga dalam mengembangkan UKM di Kelurahan Gundih.(TH)
Print Friendly and PDF

Friday, October 13, 2017

Surabaya Masuk Nominasi ASEAN Clean Tourist City

Surabaya Masuk Nominasi ASEAN Clean Tourist City

KIM Gundih -Surabaya Kota Pahlawan mendapatkan apresiasi positif dari tim penilai standar kota wisata bersih ASEAN (ASEAN Clean Tourist City). Tim dari Kementerian Pariwisata yang berjumlah empat orang itu datang ke Surabaya untuk melakukan penjurian. Mereka diterima Sekkota Surabaya Hendro Gunawan dan beberapa kepala dinas terkait di ruang sidang Sekda, Balai Kota Surabaya, Jumat (13/10).

Sebelumnya, tim juri sudah melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di Surabaya. Diantaranya ke taman flora, kampung lawas, kawasan Jembatan Merah dan Gundih beberapa spot pedestrian. Kota Surabaya memang menjadi satu dari tujuh kota di Indonesia yang masuk dalam nominasi ASEAN Clean Tourist City. Nantinya, dari tujuh kota tersebut akan dipilih satu kota mewakili Indonesia untuk dilombakan ke tingkat ASEAN.

Dari hasil pengamatan kami dan juga paparan yang ditayangkan (pemkot, Red) tadi,Surabaya ini sudah on the right track,” jelas ketua tim penilai lapangan, Mira Puspasari Gunawan dari konsultan Kementerian Pariwisata.

Mira menegaskan, dari beberapa kota yang telah mengirimkan dokumen, ada tujuh kota dinilai memenuhi syarat. Menurutnya, tim penilai selain fokus pada kawasan wisata di masing-masing kota, juga akan melihat kebersihan kota secara paripurna. “Kami coba melihat kebersihan yang paripurna.

 Bukan hanya yang terlihat seperti tidak ada sampah. Tapi kami juga memperhatikan sampah suara, penciuman. Jadi, selain enak dilihat, juga didengar, dicium dan cita rasa yang sehat,” katanya Mira.

Khusus untuk Surabaya, dinilai sudah on the right track. Dia mencontohkan jalan-jalan utama yang sudah asri dengan banyak pohonserta jalur pedestrian yang rapi. Namun, dia juga memberikan beberapa catatan. Tujuannya, kata dia, agar poin yang sudah baik bisa lebih disempurnakan. “Sudah on the right track, hanya perlu dipantau. Semisal ada program mengembangkan kerja sama dengan stake holder. Bisa kerja sama dengan PHRI untuk kelola sampah di hotel.

Kami juga mengapresiasi upaya memberi ruang untuk UKM. Selain itu, di pusat-pusat strategis, perlu ada pusat informasi wisata yang bisa menjadi panduan,” sambung dia.  Kota Surabaya menjadi nominasi bersama Semarang, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi, yang kemudian akan dipilih satu kota mewakili Indonesia untuk dilombakan ke tingkat ASEAN.(Red)
Print Friendly and PDF